x
Reformasi Birokrasi Masih Jauh dari Harapan

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Perwakilan Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Research Government Institute akan mengadakan Seminar Membangun Reformasi Birokrasi  Melalui Local Leadership dengan tema “Reformasi Birokrasi Setengah Hati”. Acara dilangsungkan pada hari Rabu, 19 Juni 2013 di Ruang GBHN, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta.  Anggota DPD RI dari Provinsi Jakarta dan juga Ketua BK (Badan Kehormatan) DPD RI, A.M. Fatwa menjadi keynote speech dalam acara tersebut.

Pembicara yang akan hadir diantaranya Dani Anwar dan Pardi (Anggota DPD RI dari Provinsi DKI Jakarta), Siti Nurbaya Bakar (Ketua DPP Partai Nasional Demokrat), Utang Suwaryo (Koordinator Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran), Sylviana Murni (Asisten Pemerintahan DKI Jakarta), Asep Kartiwa (Dekan Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran), Andrinof Chaniago (Pengamat Politik UI).  Seminar akan dihadiri oleh Perwakilan Camat dan Lurah, serta dinas-dinas terkait di Provinsi DKI Jakarta 

Seminar ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa Reformasi Birokrasi belum sepenuhnya berhasil diterapkan dalam pemerintahan kita. Dilihat dari rendahnya kualitas pelayanan publik dan praktek-praktek korupsi yang masih berlangsung hingga saat ini. Situasi tersebut jauh dari empat harapan penguatan birokrasi yang meliputi terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih, bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme, kualitas pelayanan publik, kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi, dan profesionalisme aparatur birokrat.

Menurut A.M. Fatwa pelaksanaan reformasi birokrasi tidak dapat dipisahkan dari kehadiran figur pimpinan. Apapun sistem pemilihan Kepala Daerah yang dipakai diharapkan lahir pemimpin lokal yang kredibel, berintegrasi tinggi dan memiliki visi masa depan, serta dapat menjadi panutan dan innovator bagi reformasi birokrasi yang dipimpinnya.

A.M. Fatwa mengapresiasi salah satu gebrakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yaitu “lelang jabatan” untuk menjaring pimpinan kecamatan dan kelurahan, karena sejalan dengan kebijakan percepatan reformasi birokrasi dengan melakukan open promotion.

Terobosan lain yang dilakukan kepemimpinan lokal di Jakarta adalah bekerja dengan gaya “blusukan”. Pendekatan ini sangat ampuh untuk menemukan permasalahan riil di lapangan. “Bahkan, rakyat Jakarta menerima keberadaan Jokowi-Ahok yang notabene bukanlah orang Jakarta asli”, kata A.M. Fatwa. 

Dengan berbagai terobosan dan gaya kepemimpinan Jokowi yang disebutkan di atas, A.M. Fatwa berpesan Gubernur DKI Jakarta menyelesaikan “pekerjaan rumahnya” dan tidak terpengaruh  adanya gerakan relawan yang akan mengusung Jokowi untuk mencalonkan diri menjadi Presiden pada Pilpres 2014. “Hal itu memang menjadi hak pribadi bagi Gubernur Jokowi, tetapi dilihat dari segi kepentingan daerah Gubernur Jokowi mulai nampak keberhasilannya dalam membangun ibukota yang multi kompleks. Karena itu rakyat sangat mengharapkan agar Jokowi menyelesaikan kepemimpinannya secara utuh, pada akhir periode sesuai dengan kalender konstitusi”, pesan Ketua Badan Kehormatan DPD RI ini.

A.M. Fatwa menambahkan jika Joko Widodo menyelesaikan amanat rakyat, maka hal ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan yang benar-benar bisa menjadi contoh bagi kepemimpinan daerah secara nasional.

19 Juni 2013
Kembali
LIVE STREAM