x
Prita Divonis Bebas GKR Hemas: (Putusan) Luar Biasa!

JAKARTA-- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Ratu Hemas menyebut luar biasa putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang yang memvonis bebas Prita Mulyasari. Prita didakwa mencemarkan nama Rumah Sakit (RS) Omni Internasional.

“Luar biasa! Yang mengejutkan, hasil putusannya tidak terbukti,” ujar Hemas sebelum acara Catatan DPD Menyambut Tahun 2010 di Gedung DPD Kompleks Parlemen, Senayan--Jakarta, Selasa (29/12). Ia menilai kebebasan Prita menuhi tuntutan aspirasi dan keadilan rakyat.

Menurut istri Sri Sultan Hamengkubuwono IX ini, putusan vonis bebas Prita membuktikan kekuatan tuntutan aspirasi rakyat yang sangat besar. Juga membuktikan tuntutan keadilan rakyat untuk mewujudkan keadilan yang telah terwujud.

Bagaimana dengan sumbangan untuk Prita? Hemas menyarankan sumbangan tersebut digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat. “Bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat,” paparnya.

Sebelumnya, PN Tangerang memvonis bebas Prita karena tidak terbukti mencemarkan nama RS Omni Internasional. “Menyatakan terdakwa Prita Mulyasari bebas dan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pencemaran nama baik,” kata Ketua Majelis Hakim Arthur Hangewa di PN Tangerang, Jl TMP Taruna, Tangerang.

Kedua, membebaskan Prita dari dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU); dan ketiga, memulihkan nama dan martabat terdakwa. Selanjutnya, keempat, menyita barang bukti dan membebankan biaya perkaranya kepada negara.

Prita bersyukur dengan mengusap wajahnya. Puluhan pendukungnya bersorak gembira. “Hidup Prita! Allahu Akbar!”. Prita melangkah ke arah meja majelis hakim dan bersujud syukur.

Jangan kasasi atau banding

Agar kemenangan rakyat tidak tercederai, Kejaksaan diminta tidak mengajukan kasasi maupun banding. “Kejaksaan jangan banding, kasasi pun jangan,” ujar Hemas.

Ia menambahkan, pertolongan pers mengangkat isu Prita akan membantu pengungkapan kasus-kasus serupa di daerah. “Maka, akan berjalan sendiri ke kasus-kasus lain,” ucapnya.

Selama ini, DPD memantau kasus-kasus serupa di daerah. DPD juga mempunyai daftar kasusnya. “Kita selalu pantau. Anggota DPD ber-back ground LSM (lembaga swadaya masyarakat) itu ada, jadi lebih sensitif untuk masalah daerah,” pungkasnya.

30 Desember 2009
Kembali
LIVE STREAM