x
Kasus pornografi pertanda tidak lagi diagungkan Lembaga Perkawinan

JAKARTA---Di hadapan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (18/6), Ketua DPD Irman Gusman mengatakan, kasus-kasus pornografi dan pornoaksi akhir-akhir ini menandakan sebagian masyarakat Indonesia tidak lagi mengagungkan lembaga perkawinan dan menabukan hubungan seksual sebelum menikah.

“Kasus-kasus tersebut menggambarkan dinamika dan pergeseran sosial yang menjauhi budaya ketimuran kita. Padahal, budaya Indonesia mengagungkan lembaga perkawinan dan menabukan hubungan seksual sebelum menikah yang dilarang agama, dan tentu saja bertentangan dengan pandangan yang menghormati nilai-nilai susila.”

Didampingi dua wakil ketua DPD, Laode Ida dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Irman menjelaskan, Irman mengatakan, DPD memprihatinkan kasus-kasus itu. Jika dibiarkan sangat membahayakan generasi muda yang gampang mengakses informasi sebagai konsekuensi modernisasi, globalisasi, dan liberalisasi.

Irman berharap, Pemerintah segera membuat regulasi pornografi dan pornoaksi yang jelas dan tegas agar kasus-kasus serupa tidak terulang dan bisa menjerat pelakunya dengan hukuman yang setimpal. “Karena sampai saat ini, undang-undang yang ada belum dapat menjerat pelakunya ke jalur hukum.”

18 Juni 2010
Kembali
LIVE STREAM