x
"Keputusan Presiden Menyelamatkan KPK - Polri, Juga Bangsa dan Negara"

Pengajuan Komisaris Jenderal (Komjen) Badrodin Haiti sebagai calon Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) oleh Presiden Joko Widodo adalah keputusan tepat guna mengurangi polemik penetapan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan. Tak hanya mampu membangun komunikasi dengan pihak eksternal melalui pendekatan yang ‘soft’, dia pun tidak menunjukan sikap perlawanannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 
 
"Keputusan Presiden mengajukan Badrodin Haiti bukan hanya menyelamatkan kepentingan KPK dan Polri, melainkan juga menyelamatkan kepentingan yang lebih besar, yaitu bangsa dan negara," Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Prof Dr Farouk Muhammad menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden menunjuk calon Kapolri yang baru.
 
“Komjen Badrodin Haiti seorang perwira paling senior saat ini, sehingga tidak ada hambatan atau masalah di internal kepolisian karena seluruh polisi akan menerimanya. Selain itu, dia memiliki pengalaman yang panjang di kepolisian, merasakan ‘asam garam’ dalam memimpin Polri. Sebelum menjadi Wakil Kapolri, dia pernah kepala kepolisian daerah di beberapa daerah yang prestasinya sangat baik,” mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat dan Maluku? serta Kapolres Cilegon dan Cianjur ini menegaskan.
 
Guru besar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK?) dan Universitas Indonesia (UI) ini menambahkan, sebagai pelaksana tugas (plt) dan wakil kepala Polri (Wakapolri), Badrodin Haiti saat ini perwira tertinggi atau perwira paling senior, dan dia terbukti mampu melaksanakan tugas-tugas kepolisian yang prestasinya sangat baik. Secara kualifikasi dan kepantasan, dia cukup memadai untuk memangku jabatan Kapolri. 
 
"Dalam sisi kepangkatan, angkatan, dan jabatan, dia sudah lebih dari cukup. Presiden telah memutuskannya guna menyelamatkan kepentingan kepolisian dan KPK secara bersamaan,” magister lulusan Oklahoma City University dan doktor lulusan Florida State University ini menegaskan. 
 
Lelaki kelahiran Bima, 17 Oktober 1949?, ini meyakinkan, Badrodin Haiti mampu membangun komunikasi dengan pihak eksternal melalui pendekatan yang ‘soft’ dan tidak menunjukan sikap perlawanannya terhadap KPK. Oleh karenanya, keputusan Presiden mengajukannya bukan hanya menyelamatkan kepentingan KPK dan Polri, melainkan juga menyelamatkan kepentingan bangsa dan negara. 
 
Selain mengusulkan calon Kapolri Komjen Badrodin Haiti guna memperoleh persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai Kapolri, Presiden juga menerbitan tiga keputusan pengangkatan tiga orang pimpinan KPK, yaitu Taufiqurrahman Ruki, Indriyanto Seno Adji, dan Johan Budi.
 
Terhadap pengangkatan Taufiqurrahman yang berlatar belakang kepolisian sebagai salah satu pimpinan KPK, Farouk menilainya cukup berpengalaman dalam pemberantasan korupsi dan mampu membangun komunikasi dengan pihak eksternal, sehingga diharapkan dia dapat berhubungan harmonis dengan Polri,” dosen kriminologi UI ini menyambung. 
 
Anggota Panitia Seleksi (Pansel) KPK ini menghimbau agar semua pihak harus segera mengakhiri polemik penunjukan calon Kapolri. Alasannya, banyak persoalan mendesak yang membutuhkan penanganan saat ini di internal kepolisian. Persoalan eksternal ke depan yang harus dibenahi adalah mereformasi kepolisian menuju kondisi yang lebih baik. Oleh karenanya, senator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menghimbau rekan-rekanya di DPR untuk tidak memasalahkan pengajuan Badrodin Haiti. "Tidak ada alasan politis menolaknya karena secara aturan maupun kualifikasi teknis dia memadai."

LAMPIRAN
  • 28 Februari 2015
    Kembali
    LIVE STREAM