x
Konferensi Nasional Perempuan Inspirasi Perubahan: Peran Anggota Legislatif dalam Penghapusan Pemiskinan Perempuan di Indonesia

Jakarta, 20 Mei 2015 - Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD-RI) menyelenggarakan Konferensi Nasional dengan tema Perempuan Inspirasi Perubahan: Peran Anggota Legislatif dalam Penghapusan Pemiskinan Perempuan di Indonesia pada tanggal 20-21 Mei 2015 di Ruang Nusantara IV, Gedung MPR, Senayan-Jakarta.

DPD-RI berkomitmen untuk mendukung penguatan kapasitas organisasi-organisasi perempuan dan organisasi-organisasi yang tertarik dengan isu-isu gender untuk bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan agar terdapat kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan miskin dan juga untuk mendorong peningkatan akses perempuan miskin ke pelayanan publik.

Wakil ketua DPD-RI, GKR Hemas mengharapkan, "Konferensi ini menjadi forum bagi anggota DPD, DPRD, DPR-RI, organisasi perempuan atau organisasi yang bergerak di isu gender dan pemerintah untuk membangun kerjasama positif dalam rangka menanggulangi isu pemiskinan perempuan di Indonesia.”

Konferensi ini akan dihadiri oleh kurang lebih 250 peserta dari anggota DPR, DPD dan DPRD-RI (perempuan dan laki-laki) yang memiliki rekam jejak dalam memperjuangkan isu-isu kemiskinan dan gender, serta organisasi-organisasi perempuan dan organisasi-organisasi yang bergerak di isu gender. Konferensi ini menghadirkan pembicara dari berbagai pihak, seperti beberapa Kementerian, yaitu Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Sosial dan Kementerian Tenaga Kerja, media, tokoh agama, sutradara dan pihak lain yang mempunyai ketertarikan akan isu kemiskinan dan perempuan.

Acara Konferensi Nasional ini terbagi dalam dua hari. Di hari pertama, Rabu, 20 Mei 2015 konferensi dibuka dengan pidato pembukaan oleh Menteri PPN/Kepala BAPPENAS Bapak Andrinof Chaniago dan acara konferensi resmi dibuka oleh Wakil Ketua DPD-RI Bapak Prof. DR. Farouk Muhammad. Acara lalu dilanjutkan dengan talkshow berjudul “Mendorong Reformasi Kebijakan dalam Penghapusan Pemiskinan Perempuan” dengan moderator wartawan senior, Rosianna Silalahi, dan para panelis diantaranya GKR Hemas-wakil ketua DPD RI, Sinta Nuriyah Wahid-aktivis perempuan PBNU, Masruchah-Komisi Nasional Anti-Kekerasan (Komnas) Perempuan, Nia Dinata-Sutradara Film, Kiai Husein Muhammad-Perguruan Tinggi Insitute Studi Islam Fahmina-Cirebon dan Irma Suryani Chaniago-anggota DPRI-RI sekaligus aktivis buruh.

Menurut Rosianna, "Dalam talkshow ini akan tergambar bagaimana perempuan Indonesia walaupun masih terus dirundung permasalahan, mulai dari kurang mendapat pelayanan kesehatan, mengalami kekerasan hingga mengalami kemiskinan, tapi tetap muncul perempuan-perempuan yang memperjuangkan hak-haknya dan menjadi inspirasi."

Acara selanjutnya adalah diskusi panel mengenai isu-isu kemiskinan dan perempuan di Indonesia yang akan diisi oleh narasumber seperti Menteri Sosial Ibu Khofifah Indar Parawansa, perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan beberapa narasumber dari organisasi-organisasi perempuan seperti PEKKA, KAPAL Perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia, ‘Aisyiyah, PERMAMPU, Yayasan Kesehatan Perempuan, Migrant CARE, BITRA, Komnas Perempuan dan BaKTI, anggota DPR-RI seperti Arzeti Bilbina. Acara ditutup dengan makan malam serta ramah tamah dengan peserta.

“BaKTI percaya jika ada advokasi kolektif berbasis bukti yang dilakukan oleh organisasi-organisasi kuat yang tertarik pada isu kemiskinan dan gender, ditambah dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah dan badan legislative, hal ini dapat mendorong perubahan positif yang luas dalam kehidupan perempuan miskin di Indonesia", ungkap Caroline Tupamahu, Direktur Eksekutif Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI).

Di hari kedua, Kamis, 21 Mei 2015 para peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan wilayah kerja para peserta. DPD-RI berharap organisasi dan anggota parlemen dapat bekerjasama memilih 3 isu kemiskinan dan perempuan yang mendesak di masing-masing daerah serta memformulasikan rencana aksi terkait 3 isu mendesak tersebut. Diharapkan pula, di akhir konferensi peserta dan anggota parlemen telah menandatangani pernyataan bersama mengenai rencana aksi bersama untuk penanggulangan pemiskinan perempuan di Indonesia.     

Beberapa isu kemiskinan dan perempuan yang akan dibahas dalam konferensi ini, adalah:

  1. Meningkatkan akses perempuan terhadap program-program perlindungan sosial.
  2. Meningkatkan akses perempuan pada pekerjaan serta menghilangkan diskriminasi di tempat kerja.
  3. Memperbaiki kondisi untuk migrasi tenaga kerja perempuan ke luar negeri.
  4. Memperkuat kepemimpinan perempuan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan kesehatan reproduksi.
  5. Memperkuat kepemimpinan perempuan dalam mengatasi kekerasan terhadap perempuan.

20 Mei 2015
Kembali
LIVE STREAM