Warning: session_start(): Trying to destroy uninitialized session in /var/www/html/sisip/class.sesi.php on line 19 Warning: session_start(): Failed to decode session object. Session has been destroyed in /var/www/html/sisip/class.sesi.php on line 19 DPD RI
x
Expert Meeting Komite II-KPPU MASUKI MEA, KPPU PERLU CIPTAKAN PERSAINGAN USAHA YANG SEHAT

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) diharapkan menciptakan persaingan usaha yang sehat guna terciptanya dunia usaha yang kompetitif. Selain bertujuan untuk melindungi setiap pelaku usaha nasional, Hal tersebut juga untuk menghadapi iklim kompetisi saat memasuki pasar bebas di Asean (MEA). Pembahasan mengenai permasalahan persaingan usaha tersebut dilakukan saat expert meeting Komite II di Ruang Rapat Komite II DPD RI (2/3).

Dalam expert meeting yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komite II, Anna Latuconsina dan Ahmad Nawardi tersebut, Komite II menekankan kepada KPPU untuk mencegah dan mengatasi permasalahan tentang monopoli usaha dan kartel perdagangan yang sampai saat ini masih ada di Indonesia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, DPD RI menganggap UU No. 5 Tahun 1999 belum bisa mengakomodir keseluruhan mengenai praktek persaingan usaha tidak sehat dan meminta agar KPPU memiliki perwakilan di setiap provinsi, bukan hanya 5 perwakilan saja di seluruh Indonesia seperti saat ini.

“Memasuki pasar bebas di Asean atau MEA, kami berharap agar terdapat tindakan terhadap setiap pelaku persaingan usaha tidak sehat dan pelaku monopoli,” ujar Anna Latuconsina.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah anggota Komite II juga memberikan masukan dan saran kepada Ketua KPPU, Syarkawi Rauf mengenai kondisi iklim persaingan dunia usaha yang terdapat di Indonesia.

Senator dari Provinsi Sulawesi Selatan, Bahar Ngitung memaparkan mengenai kondisi persaingan usaha di Indonesia. Mulai dari adanya proses tender yang tidak terbuka, banyaknya perusahaan kartel yang menguasai satu produk pokok di masyarakat, dan meminta agar KPPU lebih tegas dalam memberikan hukuman serta menyasar pelaku bisnis yang melakukan kecurangan.

“Kehadiran KPPU saat ini seperti macan ompong, belum kelihatan siapa yang dibidik, padahal kewenangannya cukup besar. KPPU harusnya lebih garang, terutama saat menjatuhkan hukuman,” tegasnya.

Sedangkan Senator dari Jambi, M. Syukur mempertanyakan mengenai kebijakan impor daging sapi yang selalu ada dan selalu berasal dari negara Australia. Senator dari Sulawesi Utara Marhani V. Pua menyoroti mengenai langkah dari KPPU agar dapat melindungi pelaku usaha kecil saat MEA telah berjalan. Sedangkan Senator dari Kalimantan Barat, Rubaeti Erlita menyoroti mengenai menjamurnya minimarket waralaba yang menggerus keberadaan pelaku usaha kecil.

Terkait kebijakan impor daging sapi, Ketua KPPU, Syarkawi Rauf mengatakan bahwa di Indonesia kebijakan perdagangan daging sapi dilakukan dengan sistem kuota untuk setiap pelaku usaha. Sedangkan jika hanya mengandalkan dari stok daging sapi lokal untuk mengganti yang diimpor, akan terdapat kekurangan stok daging di pasaran. Hal tersebut dikarenakan saat ini belum ada transportasi memadai yang mendukung pengiriman sapi ke setiap daerah yang sesuai dengan jadwal kebutuhan waktu.

Mengenai tuntutan diberikan hukuman jera bagi kartel-kartel perdagangan, Syarkawi juga menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada peraturan yang mengatur mengenai hukuman pelaku kartel perdagangan. Dirinya meminta agar hal tersebut dimasukkan kedalam undang-undang terkait.

“Jika ingin mengurung badan, maka rubah undang-undang. Jadikan kejahatan kartel sebagai kejahatan ekstraordinary seperti korupsi,” ujar Syarkawi.

Syarkawi juga menjelaskan bahwa Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Persaingan Usaha Tidak Sehat perlu diamandemen. Amandemen tersebut dilakukan untuk lebih mempertegas mengenai tindak kejahatan dalam perdagangan. Fokus amandemen yang diusulkan oleh KPPU adalah mengenai jumlah denda yang menggunakan persentase sales, penegasan tentang definisi pelaku usaha, penguatan lembaga KPPU, dan pengaturan mengenai kebijakan merger dari perusahaan.***ars

02 Maret 2016
Kembali
LIVE STREAM