Sidang PAP: Pembahasan Agenda Kerja PAP

Jakarta, dpd.go.id – Panitia Akuntabilitas Publik (PAP) DPD RI menggelar sidang PAP di Ruang Rapat 2B, Senayan, Jakarta, Rabu (05/09/12) Siang. Sidang dipimpin Ketua PAP, Farouk Muhammad (Anggota DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Barat) didampingi Wakil Ketua PAP, Abdul Gafar Usman (Anggota DPD RI dari Provinsi Riau). Agenda dalam sidang kali ini antara lain: 1. Persiapan kunjungan kerja ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Nusa Tenggara Barat; 2. Persiapan rapat koordinasi dengan instansi mitra kerja; 3. Pembahasan materi untuk RDPU tentang dugaan perbuatan yang merugikan keuangan negara oleh perusahaan minyak.

Terkait dengan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat yang direncanakan berlangsung pada 26-29 September 2012, Farouk mengharapkan adanya pertemuan dengan perusahaan. “Apakah nanti bisa diagendakan pertemuan dengan perusahaan membahas tentang kepemilikan saham?” Tanya Faoruk. Masalah kepemilikan saham ini dianggap penting karena banyak perusahaan-perusahaan Indonesia yang sahamnya dimiliki oleh asing, sehingga dalam perjalanannya lebih banyak mengutamakan kepentingan asing. “Kita perlu mengangkat pemikiran baru, nasionalisasikan saja perusahaan asing yang melanggar,” kata Farouk lebih lanjut.

Sepakat dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Farouk, Sultan Bakhtiar Najamudin (Anggota DPD RI dari Provinsi Bengkulu) setuju diadakan pertemuan dengan perusahaan-perusahaan terkait.  “Saya pikir ini isu yang bagus, tanpa disadari kita memang sudah dikuasai oleh asing. Usul konkrit, kita mulai melakukan pendataan kemudian diagendakan untuk mengundang pihak-pihak yang mengetahui masalah ini,” jelas Sultan.

Sementara itu terkait dengan dugaan perbuatan yang merugikan keuangan negara,  Anggota DPD RI asal Sulawesi Tenggara, Hoesein Effendy menyoroti masalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kendari. “Yang saya lihat ada indikasi, khususnya di Kendari sudah puluhan tahun terjadi kelangkaan minyak terutama solar. Ini perlu dicermati apakah ada permainan dalam hal distribusi,” ujar Hoesein.

This post is also available in: English

Bagikan  

Belum ada komentar

WP-Highlight