Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dalam RKP 2013
Jakarta, dpd.go.id – Penguatan ekonomi domestik bagi kesejahteraan rakyat akan menjadi tema sentral dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun (RKP) 2013. Untuk mewujudkannya, rencana kerja ini ditopang melalui arah kebijakan fiskal 2013 yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui upaya penyehatan fiskal. Hal ini disampaikan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan, Armida S. Alisjahbana dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI dengan tema “Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal tahun 2013; Kebijakan Umum dan Prioritas Anggaran Kementerian/Lembaga; dan Rincian Unit Organisasi, Fungsi, Program dan Kegiatan.” Jum’at (01/06/2012).
Menurut Armida, dalam RKP 2013 mekanisme ekonomi akan diintegrasikan dengan MP3EI (Masterplan Percepatan dan perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) serta MP3KI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia). Sedangkan sasaran pembangunan RKP 2013 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 6,8-7%; tingkat pengangguran 5, 8-6,1%; dan tingkat kemiskinan 9,5-10,5%. “Selain program nasional tersebut, pemerintah juga telah menyiapkan program kerja strategis ditingkat daerah yang terbagi dalam 7 (tujuh) wilayah, yaitu; Sumatera, Jawa-Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua,” jelas Menteri yang juga Kepala Bappenas ini.
Arah kebijakan fiskal untuk tahun 2013 sendiri mengikuti 4 (empat) pilar pembangunan yaitu; pro growth, pro job, pro poor dan pro environment. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui upaya penyehatan fiskal, maka pemerintah akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut; optimalisasi pendapatan Negara, meningkatkan kualitas belanja Negara, pengendalian defisit APBN (1,3%-1,9%) PDB; serta mengurangi ratio utang terhadap PDB. “Merupakan suatu prestasi jika kita mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5%, untuk itu kita perlu menjaga pertumbuhan ekonomi. Menurut kajian dari Negara G20, Indonesia termasuk 1 dari 6 negara yang paling siap menghadapi dampak krisis ekonomi global karena kinerja ekonomi yang baik selama 5 tahun terakhir ini,” jelas Menkeu Agus Martowardojo.
Senada dengan Menkeu, Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, juga mengungkapkan meski terdapat resiko perlambatan ekonomi global namun ekonomi pada triwulan I-2012 tetap tumbuh tinggi mencapai 6,3% (yoy). “Pertumbuhan ekonomi ini ditopang oleh konsumsi domestik, ekspor, dan investasi. Harapannya, ditahun 2013 ekonomi dunia dapat membaik sehingga pertumbuhan ekonomi semakin meningkat dan berada dalam kisaran 6,4-6,8%,” ujar Darmin. (saf)
This post is also available in: English

04. Jun, 2012 








































Tim Kerja Komite II DPD RI membahas sistematika persiapan rapat dengan Baleg DPR RI mengenai usulan DPD RI tentang RUU [...]
Belum ada komentar