Umar Juoro: APBN untuk Mendorong Perubahan, Mengurangi Kesenjangan dan Menciptakan Kestabilan

Jakarta, dpd.go.id – Kondisi ekonomi nasional diperkirakan lebih baik dari tahun 2012, meski demikian APBN diharapkan lebih realistis dan efektif dalam menghadapi ekonomi global dan dalam negeri. Demikian disampaikan anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Umar Juoro dalam RDPU Komite IV DPD RI dengan tema “Prediksi dan Analisa terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal Tahun 2013,” Senin, (28/05/2012), di Kompleks Parlemen, Senayan – Jakarta.

Berdasarkan asumsi ekonomi makro APBN 2013 ditargetkan mencapai 6,8-7,2 lebih tinggi dari APBNP 2012 yang sebesar 6.5. Untuk menunjang pendanaan APBN, pendapatan Negara harus diupayakan sugguh-sungguh dalam menggali potensi sumber-sumber penerimaan sehingga pendapatan Negara meningkat hingga mencapai 1.311,4T di tahun 2012. Peningkatan pendapatan tersebut berasal dari penerimaan pajak, penerimaan kepabeanan dan cukai, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dengan sumber pendanaan tersebut, diharapkan kesejahteraan rakyat, kesehatan dan ketahanan pangan akan lebih tinggi pula pada 2013. “Patut diwaspadai agar devisit APBN tidak lebih dari 3%, pos anggaran seperti subsidi energi (BBM dan listrik) berpotensi melampaui perkiraan APBN. Selain itu, pengendalian inflasi juga mendesak dilakukan guna mngurangi beban berat bagi masyarakat bawah,” terang peneliti senior Center for Information and Development Studies (CIDES) INDONESIA.

Untuk mengatasi sisi negtif tersebut, umar berpendapat pemerintah seyogyanya melakukan hal-hal antara lain; pemberian kompensasi yang produktif kepada rakyat, realisasi pembangunan infrastruktur yang lebih baik, serta mengatasi turunnya produksi minyak dengan meningkatkan investasi. (saf)

This post is also available in: English

Bagikan  

Belum ada komentar

WP-Highlight