Komite IV DPD RI Menggelar Fit and Proper Test Calon Anggota BPK RI
Jakarta, dpd.go.id – Komite IV DPD RI menggelar Penyampaian Visi dan Misi (Fit and Proper Test) Calon Anggota BPK RI, Rabu (18/01/12) pagi. Sidang Komite IV dipimpin oleh Ketua komite IV, Cholid Mahmud (Anggota DPD RI dari Provinsi DIY) didampingi Hasby Anshory (anggota DPD RI dari Provinsi Jambi) selaku Wakil Ketua Komite IV. Dalam Sidang yang berlangsung di Ruang Rapat Komite IV lantai 2 Gd. B DPD RI tersebut, diundang 5 (lima) calon anggota BPK RI yang masing-masing diberikan waktu 40 menit untuk menyampaikan visi dan misi.
Calon pertama yang diberikan kesempatan untuk memaparkan visi dan misinya adalah Drs. Rosjidi, Ak., CFE. Ia menganut motto berintegritas, bebas, mandiri, professional dan akuntabel. Dalam paparannya, Rosjidi menyampaikan 17 poin misi yang diadopsi dari tugas dan wewenang BPK RI. “Untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara yang mendukung kemajuan daerah dari aspek akuntansi dan auditing yaitu dengan mendorong dilakukannya perbaikan atas temuan hasil audit keuangan BPK dalam rangka meningkatkan opini akuntan menjadi wajar tanpa pengecualian,” papar Rosjidi.
Calon kedua yang juga menyampaikan visi dan misinya adalah Farid Prawiranegara, CPA. Ia berpendapat bahwa seharusnya Indonesia dikelola secara federal dan terkait dengan peran BPK dalam akuntabilitas kemajuan negara maka BPK harus kembali ke fitrahnya yaitu memeriksa anggaran negara. “Kita harus berpikir secara objektif, negara ini harusnya dikelola secara federal walaupun kerangkanya tetap NKRI. Oleh sebab itu peran DPD menjadi senat sangatlah penting dan seharusnya diberikan kewenangan lebih,” ujar Farid.
Berikutnya, P.M. Banjarnahor menjadi calon Ketua BPK RI yang menyampaikan visi dan misinya dihadapan ketua dan anggota Komite IV DPD RI. Meskipun Banjarnahor berlatar belakang pendidikan pertambangan, namun ia memiliki pengalaman yang cukup dalam hal auditing dan mampu meyakinkan bahwa dirinya layak direkomendasikan sebagai anggota BPK RI. “We have to change our mindset. Kita mampu menjadi bangsa yang besar. Jika terpilih saya akan membuat Indonesia become super power. Kuncinya adalah integritas, teamwork dan responsibility,” jelas Banjarnahor.
Selanjutnya, Syafri Adnan Baharuddin, MBA, Akuntan, menjadi calon keempat anggota BPK RI yang memberikan paparan visi dan misinya. Dalam makalahnya yang berjudul Transformasi Pemeriksaan Kinerja BPK dalam Mendorong Terwujudnya Kesejahteraan Bangsa, Syafri menyampaikan bahwa independensi, integritas dan profesinalisme merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar. Oleh karena itu ia termotivasi untuk menjadi anggota BPK RI agar dapat menjaga dignity atau martabat BPK RI selaku lembaga negara yang independen dan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak tertentu.
Menutup pemaparan visi dan misi calon anggota BPK RI di sesi I hari pertama ini, Dairul, SE., M.Si. menjadi calon terakhir yang menyampaikan visi dan misinya. Dairul berharap bahwa BPK RI dapat berperan lebih guna mewujudkan akuntabilitas keuangan negara yang mendukung kemajuan daerah. Untuk itu dalam paparannya ia tidak banyak menjelaskan langkah-langkah apa yang akan dilakukannya jika terpilih menjadi anggota BPK RI. “Seperti janji JK, saya akan memberikan bukti bukan janji,” ujar Dairul singkat.
Direncanakan bahwa ada 35 orang calon Anggota BPK RI yang akan menjalani fit and proper test bersama Komite IV DPD RI. Dan untuk kandidat lain, dijadwalkan untuk menyampaikan visi dan misinya pada hari Selasa (24/01/12).
This post is also available in: English

18. Jan, 2012 







































Perjuangkan Hak Keuangan Daerah Dari Penerimaan Negara Bukan Pajak –
Jakarta, dpd.go.id — Komite IV DPD RI Bentuk Tim Kerja dan [...]
Saya Mendukung Pencalonan Bapak Syafri Adnan Baharuddin kerena mempunyai Integritas, Profesionalisme, Independensi dan mempunyai Visi dan Misi yang jelas. Insya Allah Bapak Syafri bisa membawa pembaharuan BPK dimasa depan. Semoga Sukses. Amien.