Hardi Selamat Hood: Pernyataan BNP2TKI Mengecewakan

Jakarta, dpd.go.id – Anggota DPD RI dari wilayah pemilihan Kepulauan Riau, Hardi Selamat Hood, kecewa dengan pernyataan Kepala BNP2TKI terkait kematian Ruyati. Seperti dikutip berbagai media, Jumhur Hidayat menyatakan agar para calon TKI yang ingin bekerja di Arab Saudi sebaiknya jangan memaksakan diri kalau belum siap dalam hal fisik, keterampilan, bahasa, budaya, dan mental. Hal ini dimaksudkan agar terhindar dari berbagai masalah disana.

“Pernyataan ini tentu mengecewakan,” kata Hardi dalam acara Rapat Dengar Pendapat yang digelar Komite III DPD RI dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Senin (20/6) di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan – Jakarta.

Menurutnya, keputusan untuk menilai seorang calon TKI mampu diberangkatkan baik secara fisik, keterampilan maupun bahasa atau budaya berada di tangan Kementerian Tenaga Kerja. “Kenapa hal tersebut harus ditanyakan lagi kepada tenaga kerja (yang) akan ke luar negeri tersebut?” tanyanya.

Hardi memahami bahwa kematian dapat datang kapan saja dan oleh penyebab apa saja. Menurutnya kematian Ruyati merupakan kematian seorang TKI yang berada di luar negeri akibat perbuatan yang dilakukannya sendiri. Dimana dalam kacamata hukum hal ini merupakan tindak pidana yang akan mendapat hukuman yang setimpal.

Namun Ia mempertanyakan penyebab almarhumah melakukan tindak pidana tersebut. Apakah karena peristiwa ketenaga-kerjaan sebagai buruh/pembantu atau karena proses lain. “Karena memang kelemahan tenaga kerja yang dilakukan oleh almarhumah karena memang ketidak-siapan kita untuk mengirim tenaga kerja tersebut?” tutupnya. (and)

This post is also available in: English

Bagikan  

Belum ada komentar

WP-Highlight