Wakil Ketua DPD RI Dan Sejumlah Tokoh Deklarasikan Dewan Penyelamat Negara
Sejumlah tokoh merasa prihatin atas berbagai masalah di Indonesia, dari ekonomi hingga keamanan. Atas dasar itulah para tokoh ini mendeklarasikan Dewan Penyelamat Negara (DEPAN), yaitu gerakan untuk menyelamatkan Indonesia dari kegagalan. Deklarasi berlangsung di lobby Gedung Nusantara III DPR, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (10/02).
Para tokoh yang hadir beranggapan bahwa negara Indonesia sudah menuju ke arah kegagalan. Wakil Ketua DPD RI, Laode Ida, mengatakan bahwa gerakan ini sebuah langkah konkret untuk menuju perbaikan. ”Mereka yang tidak ikut Dewan Penyelamat Negara berarti kita ikut menghancurkan negara, kita sedang mengarah pada sebuah negara gagal,” ujarnya.
Dikatakannya, letak permasalahan bangsa Indonesia ada pada leadership atau kepemimpinan. Ratusan daerah di Indonesia dipimpin oleh orang-orang yang bermasalah. ”Presiden bukan faktor tunggal penentu segalanya, ini persoalan leadership, ini sebuah sistem dan kultur di dalamnya,” jelasnya.
Anggota DPD RI asal Jawa Tengah Poppy Dharsono mengatakan bahwa korupsi harus dituntaskan, karena membawa kemiskinan dan kebodohan. Poppy juga mengatakan bahwa masalah hukum yang bersih harus ditegakkan. ”Tanpa penegak hukum yang baik dari yudikatif, maka hukum tidak bisa ditegakkan,” katanya.
Selain Laode Ida, motor dari gerakan ini adalah Effendy Choirie (politisi PKB) Bambang Soesatyo (politisi Partai Golkar), Johnson Panjaitan (penasihat Indonesian Police Watch). Sejumlah 17 tokoh yang hadir, ada yang menyampaikan pendapatnya. Mereka antara lain Putu dari Asosiasi Pendeta Indonesia, Permadi, Don Frasti dari Asosiasi Papua, Arbi Sanit (pengamat politik), Lily Wahid, Saurip Kadi, Rieke Dyah Pitaloka, dan Fuad Bawazier. Para tokoh ini bergantian menyuarakan pendapatnya. Contohnya seperti Lily Wahid yang menyoroti masalah korupsi dan itikad baik pemerintah dalam membongkarnya.
This post is also available in: English

10. Feb, 2011 







































Penjabaran awal naskah akademik dan draft RUU Provinsi Kepulauan oleh Tim Pakar, Ronald Zelfianus Titahelu dan Kotan Y. Stefanus, menjadi [...]
Belum ada komentar