Tidak Boleh Ada Diskriminasi Dalam Olahraga
“Salam olahraga!” begitulah Andi Malarangeng, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), dengan penuh semangat menyapa seluruh Anggota Komite III DPD RI saat mengawali sesi paparan dalam acara Rapat Kerja (Raker) Komite III dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Ruang GBHN Nusantara V, Senayan – Jakarta, Senin (7/2).
Mengawali kesempatannya, Malarangeng tak lupa memperkenalkan seragam Kemenpora baru yang berwarna merah-putih. Pemilihan warna merah-putih menurutnya dikarenakan Kemenpora memiliki tugas mengibarkan sang merah-putih di ajang Internasional sekaligus ikut ambil bagian untuk masa depan.
“Mempersiapkan pemimpin-pemimpin di masa depan,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah peserta rapat. Lebih lanjut Malarangeng menjelaskan bahwa dalam olahraga bangsa Indonesia bicara tentang merah-putih dimana dalam konteks tersebut tidak boleh ada diskriminasi soal partai, agama, asal suku, ras, apalagi klub dimana seseorang bermain.
Dalam rapat yang berlangsung akrab tersebut, Malarangeng juga memaparkan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Kemenpora; Program prioritas Kemenpora 2011 di daerah; Pelaksanaan UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dalam kaitannya dengan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet/calon atlet dan kesejahteraan/jaminan masa tua atlet; Kebijakan filantropi pajak perusahaan bagi pembinaan atlet melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pembahasan Persiapan Penyelenggaraan Sea Games 2011.
Tak lupa DPD RI menyatakan apresiasinya atas segala upaya meningkatkan partisipasi dan peran aktif pemuda di daerah pada bidang Kepemudaan dan Keolahragaan dan mengharapkan Kemenpora secara konsisten melaksanakan ketentuan Pasal 86 UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional yang mengamanatkan kepada Pemerintah untuk memberikan penghargaan dan (atau) jaminan hari tua bagi atlet dan pelatih yang berprestasi serta mengupayakan kemitraan dengan Kementerian atau instansi terkait lainnya melalui penandatanganan MoU dalam memberikan penghargaan dan (atau) jaminan hari tua tersebut.
This post is also available in: English

09. Feb, 2011 







































Penjabaran awal naskah akademik dan draft RUU Provinsi Kepulauan oleh Tim Pakar, Ronald Zelfianus Titahelu dan Kotan Y. Stefanus, menjadi [...]
Belum ada komentar