DPD Bertemu Dengan Perwakilan Masyarakat NTT-Maluku Terkait Kasus Blowfish

DPD yang diwakili oleh Wakil Ketua DPD Laode Ida dan Anggota DPD perwakilan Maluku John Pieris serta Anggota DPD perwakilan NTT Carolina Nubatonis Kondo menerima perwakilan Masyarakat NTT dan Maluku terkait kasus di Cafe Blowfish jalan Ampera di Pers Room DPD Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Minggu (3/10) .

Pertemuanyang berlangsung dengan penuh kekerabatan seraya sesekali mengenal masa lalu terkait hubungan persaudaraan dan budaya antara masyarakat Maluku dan NTT, termasuk para tokohnya yang selalu berada dalam hubungan harmonis tersebut berhasil mencapai tujuh kesepakatan yaitu

pertama, peristiwa Blowfish dan Jalan Ampera diharapkan tidak terulang lagi dan isu-isu yang terkait dengan pertikaian dua kelompok, tidak lagi dipertajam.

Kedua, Polda Metro Jaya perlu mengusut akar penyebab perkelahian yang menimbulkan korban jiwa sampai menyentuh pemilik Blowfish.

Ketiga, aparat kepolisian agar mempertemukan tokoh atau pemimpin informal pengelola jasa pengamanan informal. Keempat, Polda perlu selalu mempertemukan pengelola klub malam dengan memberikan pesan-pesan khusus terkait penggunaan jasa pengamanan informal.

Kelima, tokoh masyarakat asal Kawasan Timur Indonesia (KTI) perlu membuat semacam forum sebagai wadah komunikasi dan persahabatan abadi di antara pelaku pengamanan jasa informal asal KTI.

Keenam, dalam waktu singkat, Polda diminta untuk mempertemukan kedua belah pihak yang bentrok di Jalan Ampera Jakarta seraya menindaklanjuti proses penyidikkan. Ketujuh, pemerintah diminta  mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan di KTI.

“Pada masa lalu, antara warga NTT dan Maluku yang ada di Jakarta tidak pernah ada bentrok fisik yang membawa korban jiwa. Kalaupun ada sedikit benturan, maka para tokohnya langsung turun tangan,” ujar Laode.

This post is also available in: English

Bagikan  

Belum ada komentar

WP-Highlight