Pemerintah Diharap Monitor Seluruh Gunung Berapi

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman berharap Pemerintah, terutama instansi-instansi terkaitnya, memonitor seluruh gunung berapi di Indonesia, baik yang aktif maupun tidak aktif. “Karena Gunung Sinabung yang dianggap tidak aktif tiba-tiba mengeluarkan asap dan lahar tanpa diduga,” Irman menyatakannya setelah membuka Sidang Paripurna DPD di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (3/9). Agendanya, laporan perkembangan pelaksanaan tugas masing-masing alat kelengkapan DPD dan Kelompok DPD di MPR serta pengesahan keputusan DPD.

Tanggal 29 Agustus 2010 pagi, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meletus setelah sejak tahun 1600 atau selama 410 tahun tidak aktif. Tanggal 30 Agustus 2010 pagi, ia menyemburkan abu vulkanik hitam. Selanjutnya, 3 September 2010 pagi, Gunung Sinabung menyemburkan letusan yang terbesar dibanding sebelumnya.

Puluhan ribu orang mengungsi, bahkan Kementerian Sosial mencatat pengungsi berjumlah 27.472 orang. Tanggal 30 Agustus 2010 sore, Irman dan beberapa anggota DPD menyerahkan bantuan “DPD Peduli” bernilai Rp 50 juta untuk pengungsi. “Saya dan beberapa anggota DPD secara spontan mengunjungi dan melihat dari dekat,” Irman (anggota DPD dari Sumatera Barat) menjelaskan.

Di kesempatan itu, Ketua “DPD Peduli” Rahmat Shah (Sumatera Utara) menyatakan kesediaannya menerima sumbangan pribadi anggota DPD dan mitra-mitra anggota DPD sebagai tambahan bantuan “DPD Peduli”. “Silakan disampaikan langsung ke ruangan kami, kami akan segera menyalurkannya.”

This post is also available in: English

Bagikan  

Belum ada komentar

WP-Highlight