Pimpinan DPD Buka Puasa Bersama Presiden

JAKARTA–Setelah Senin (23/8) di Jl Widya Candra III No 10, rumah dinas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie, Selasa (24/8) di Jl Denpasar Raya No 10, Presiden Susilo Bambang Yuhoyono dan isteri, Kristiani Herrawati atau Ani Susilo Bambang Yudhoyono, serta Wakil Presiden Boediono dan isteri, Herawati Boedino, bersilaturahim sekaligus berbuka puasa dengan pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Selaku shohibul bait (tuan rumah), Irman memulai acara dengan sambutan bahwa tujuan bersilaturahim sekaligus berbuka puasa adalah amanat hadits rasulullah Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa Sallam (SAW). Ia mengatakan, dengan berkumpul, bercerita, dan berbagi membuat kita menjadi awet muda, bahkan memperpanjang umur, menambah rezeki, yang jauh menjadi dekat, yang asing menjadi kenal, yang sulit menjadi paham, yang beda menjadi sama, yang cerai menjadi satu demi kebaikan, keselamatan, dan kebahagiaan bersama.

Ditambahkannya, Ramadan 1431 Hijriah kali ini berarti khusus, karena dalam suasana Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Republik Indonesia (RI) seperti suasana Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945 yang juga di Ramadan. “Pesan moral puasa dan pesan moral peringatan hari kemerdekaan memang memiliki pertalian yang erat, di mana keduanya tanda kemenangan dan keselamatan yang menandai garis batas (furqan) antara yang hak dan yang batil,” Irman menegaskan.

“Ibadah puasa merupakan momen pelatihan untuk mencapai kemenangan besar dengan menunaikan kewajiban sebagai muslim. Sedangkan peringatan hari kemerdekaan memupuk kesadaran akan kewajiban sebagai warga negara untuk melaksanakan cita-cita proklamasi,” Irman melanjutkan.

Tidak ketinggalan, ia menyinggung Sidang Bersama DPR-DPD menyambut pidato kenegaraan Presiden yang merupakan momentum awal untuk memperkuat dan memperbaiki hubungan antara lembaga legislatif dan lembaga eksekutif serta hubungan antara DPR dan DPD. “Kami berharap hubungan kerjasama kita akan menjadi modal utama bagi DPD dalam melaksanakan fungsi, tugas, dan wewenangnya untuk mendorong kemajuan daerah-daerah dalam bingkai RI.”

Jangka panjang, banyak tantangan harus diselesaikan bersama, seperti membahas perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sedangkan jangka menengah dan jangka pendek, diperlukan suasana yang kondusif bagi pemenuhan prosperity, democracy, and justice for all sebagaimana yang sering disampaikan Presiden. “Mari kita bekerja keras dan bekerja sama berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) bagi masyarakat, bangsa, dan negara.”

Acara dilanjutkan tausiyah KH Zainuddin MZ berjudul “Iklim Sejuk Islami dalam Membangun Bangsa dan Negara”. Menurutnya, puasa adalah ibadah yang hanya diketahui orang yang menunaikannya dan Allah Subhana Wa Ta’alaa. Seharusnya, puasa membentuk watak manusia Indonesia seutuhnya, mengingat selama ini kita dikenal kurang disiplin, kurang rapi, kurang teliti. “Dengan puasa, kita sebagai bangsa mestinya makin kokoh, apalagi kita merdeka dengan keringat, air mata, darah, dan nyawa.”

Ketika adzan Maghrib berkumandang, pertanda berbuka puasa Ramadan ke-14, Ketua DPD dan Presiden serta seluruh undangan menyantap ta’jil (hidangan berbuka puasa) seperti kurma, kolak pisang dan ubi, martabak, kopi, teh, dan jajanan lainnya seperti ribs, dimsum, nasi liwet, nasi bogana, sate padang, empek-empek, empal gentong, soto mie, roti jala dan daging kambing, tomyam seafood udo.

Setelah salat berjamaah dengan imam Ali Hanafiah, imam besar Masjid Istiqlal, acara ditutup bersantap malam yang menu buffet-nya seperti nasi putih, nasi goreng, sapo tahu dan sayuran, beef lada hitam, ayam sauce asam manis, soup bakso udang, ikan gindara steak sauce teriyaki, serta dessert seperti pudding, aneka buah, es doger, kelapa thailand.

Yang menghadiri acara, antara lain, dua Wakil Ketua DPD Laode Ida dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas, para Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Melani Leimena Suharli dan Ahmad Farhan Hamid, Ketua DPR Marzuki Alie, para Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, Priyo Budi Santoso, Ketua Mahkamah Konstitusi Moh Mahfud MD, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo, anggota dan pimpinan alat kelengkapan DPD, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator bidang Perekonomian M Hatta Rajasa, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Luar Negeri Mary Natalegawa, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad.

Kemudian, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Helmy Faishal Zaini, Panglima TNI Djoko Santoso, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Emil Salim, Alwi Shihab, Tanri Abeng, Rachmat Witoelar, Chief Executive Officer (CEO) Para Group Chairul Tanjung, Presiden Direktur Trans TV juga Komisaris Trans Corp Ishadi Soetopo Kartosuro, CEO PT MNC Group Tbk Hary Tanoesoedibjo, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Founder & Chairman PT Java Festival Production Peter F Gontha.

Bagikan  

Belum ada komentar

WP-Highlight