Senator Indonesia bertemu Perdana Menteri Kamboja
Peningkatan kerjasama antara Indonesia dan Kamboja dalam berbagai bidang perlu terus ditingkatkan di masa mendatang, demikian poin penting pertemuan antara Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dengan delegasi senator RI yang dipimpin Wakil Ketua DPD RI Laode Ida. Secara jujur Hun Sen mengapresiasi Indonesia yang telah membantu Kamboja dalam banyak hal, antara lain dukungan dan upaya Indonesia dalam terwujudnya proses perdamaian di Kamboja, bantuan Sumber Daya dalam beberapa sektor di Kamboja dan dukungan pada pengembangan sektor ekonomi.
Pada pertemuan yang berlangsung di Gedung National Assembly Phnom Penh tersebut, Hun Sen didampingi Ketua DPR Kamboja Heng Samrin, sementara Laode Ida (Sultra) didampingi Hamdani Ketua Hubungan Parlemen DPD (Kalteng), I Nengah Wirata (Bali), Bahar Buasan (Babel), Maria Gorethi (Kalbar), Muh. Shaleh Al-Jufri (Sulteng), dan duta besar Indonesia untuk Kamboja Ngurah Swajaya. Turut serta mendampingi delegasi DPD Genius Umar dan Sofjan, masing-masing Kabag Pimpinan DPD dan staf ahli Pimpinan DPD.
Delegasi DPD secara gamblang dan komprehensif mendapatkan penjelasan dari Hun Sen tentang perjalanan panjang hubungan harmonis kedua negara sejak masa Presiden Soekarno sampai sekarang ini. Hubungan kedua negara yang baik tersebut makin menguatkan tekad akan peningkatan kerjasama masa datang. Hun Sen juga optimis dengan negaranya akan berkembang cepat utamanya di sektor pertanian.
Lanjutnya, kondisi Kamboja sekarang telah mengalami pertumbuhan pembangunan yang pesat, terutama dalam sektor pertanian, misalnya beras. Kamboja telah mampu memproduksi besar lebih dari 4 juta Ton dan telah surplus. Beras tersebut diekspor ke Vietnam dan Thailand dalam bentuk bahan baku. Dalam hal ini Hun sen mengharapkan ada investor dari Indonesia untuk mengolah beras ini menjadi peroduk makanan jadi lainnya.
Setelah pertemuan dengan Hun Sen dilanjutkan dengan pertemuan dengan Ketua Nasional Assembly (DPR) Kamboja Heng Samrin. Heng Samrin didampingi anggota DPR dan Sekretaris Jenderal DPD Kamboja. Kedua pihak menginginkan peningkatan kerjasama antar lembaga legislatif kedepan lebih baik.
Sehari sebelumnya (24/2), delegasi DPD melakukan pertemuan dengan Presiden Senate Kamboja Chea Sim sekaligus sebagai Pelaksana Kepala Pemerintahan (Raja) Kamboja, Chea Sim didamping anggota Senat dan Sekretaris Jenderal Senat Kamboja. Dalam pertemuan tersebut disepakati pembentukan Kaukus Persahabatan antara DPD RI dan Senate Kamboja.
Dalam pertemuan yang beruntun tersebut, kedua belah pihak saling memberi apresiasi atas hubungan baik kedua negara, khususnya dengan peran penting Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di Kamboja dan dukungan parlemen Kamboja dalam kepentingan-kepentingan parlemen Indonesia khususnya DPD dalam keanggotaan parlemen internasional misalnya dalam lingkup ASEAN, Interparliamentary Assembly (AIPA), Asian Parliamentary Assembly (APA) dan Inter-Parliamentary Union (IPU). Hubungan baik tersebut, juga disepakati dengan peningkatan eskplorasi kesamaan potensi sektor pertanian, budaya dan pariwisata.
Kedua negara bertekad akan mendorong potensi kerjasama di tingkat pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) di bidang ekonomi, pertanian, sosial dan budaya.
Pertemuan selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan berbagai program tukar menukar informasi dan best practices antara kedua lembaga legislatif guna meningkatkan kapasitas kedua lembaga.
Selain bertemu dengan para pejabat negara Kamboja, Delegasi DPD RI didampingi Anggota Senat Kamboja dan pejabat terkait melakukan studi lapangan di pabrik pengolahan mie dan Laboratorium Pangan Kamboja.
Di akhir kunjungannya, delegasi DPD RI bersilaturahim dengan Dubes dan masyarakat Indonesia di Kamboja.

02. Mar, 2010 








































Penjabaran awal naskah akademik dan draft RUU Provinsi Kepulauan oleh Tim Pakar, Ronald Zelfianus Titahelu dan Kotan Y. Stefanus, menjadi [...]
Belum ada komentar