Pertemuan Dubes-Gubernur DPD menggagas jembatan emas investasi

JAKARTA–Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mempertemukan duta besar (dubes) untuk Indonesia dengan gubernur se-Indonesia sekaligus sebagai ajang menjalin kerjasama. Forum yang digagas Ketua DPD Irman Gusman tersebut menargetkan kerjasama daerah dengan negara sahabat melalui duta besarnya, dalam rangka “jemput bola” investasi.

Pertemuan di Gedung Nusantara IV Kompleks Parlemen, Senayan–Jakarta, Jumat (12/3) malam. Dalam acara yang juga dihadiri pimpinan media massa, Dubes Australia, Jepang, Amerika Serikat, China, dan Saudi Arabia diberi kesempatan berpidato, sedangkan gubernur diwakili Gubernur Riau dan Sulawesi Tengah.

Dalam pengantarnya, Irman mengatakan, hubungan internasional kontemporer membutuhkan diplomasi multisektor dan multiperingkat, baik government to government, private to private, maupun people to people. “Jalinan komunikasi untuk membangun hubungan yang semakin baik dan produktif harus dilakukan sehingga bisa membangun kerja sama yang saling mengungtungkan,” katanya.

Baginya, kerjasama internasional sangat penting ditingkatkan. Apalagi, dunia saat ini sedang menghadapi beberapa ancaman serius seperti perubahan iklim, krisis energi, krisis pangan, serta bencana alam. Terlebih, ekonomi merupakan isu sentral yang menjadi salah satu instrument kerjasama internasional. “Keberhasilan pembangunan nasional tidak semata terletak pada kisaran upaya domestik. Namun, terikat pada hukum ketergantungan antarnegara,” imbuhnya.

Dengan demikian, Irman melanjutkan, diplomasi global dan regional dapat diperkuat dengan diplomasi bilateral yang tangguh di bidang ekonomi untuk mempercepat pembangunan dan kemajuan daerah. Indonesia diproyeksikan dalam kurun waktu 4-5 tahun ke depan akan menarik investasi asing hingga tujuh kali lipat. “Ini harus dibaca sebagai peluang pemerintahan daerah,” ujarnya.

Penguatan Demokrasi

Mengantisipasinya, kebijakan pemerintah daerah harus pro investasi melalui pembangunan infrastruktur serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi didukung kekuatan sumber daya manusia yang unggul dengan strategi yang jitu. Daya saing harus memperhitungkan posisi berbagai wilayah di belahan dunia sebagai rentang yang saling terkait.

Irman menambahkan, forum ini yang pertama kali digelar DPD. Namun, bagi sebagian duta besar yang bertugas sejak 2006, pertemuan seperti ini telah dilakukan DPD sebelumnya melalui agenda Indonesia Regional Investment Forum (IRIF) tahun 2006 dan 2008 serta World Islamic Economic Forum (WIEF) tahun 2009.

Melalui forum ini, setiap wilayah terpacu memperhitungkan peluang kompetisi, seperti wisata Kepulauan Bunaken di Sulawesi Utara dengan Sentosa Island di Singapura atau Langkawi di Malaysia. Kompetisi antara wisata hutan Baturaden di Jawa Tengah atau Way Kambas di Lampung dengan node Ma-esa Valley, Chiang Mai di Thailand atau node Canopy Walk di Tarakan, Kalimantan Timur, dengan node Alto Paraiso di Brazil.

Gubernur dan duta besar menyambut antusias gagasan itu. M Rusli Zainal, Gubernur Riau, mengatakan bahwa pertemuan ini sangat luar biasa. Karena, kalau kami harus mendatangi semua negara, bisa dibayangkan, berapa biaya yang harus dikeluarkan dan berapa lama waktu yang harus dihabiskan. Pertemuan ini sangat strategis dan representatif bagi daerah.

Bandjela Paliudju, Gubernur Sulawesi Tengah, berharap forum ini bisa menarik investor ke Indonesia bagian timur. Ia mengapresiasi DPD yang membuka mata dunia terhadap potensi ekonomi dan peluang investasi di daerah.

Cameron R Hume, Dubes Amerika Serikat, menyatakan bahwa hubungan Amerika Serikat dengan Indonesia semakin kuat yang dibuktikan dengan banyak lembaga Amerika Serikat yang bekerjasama dengan pemerintah daerah. Penyelenggaraan forum menjadi gambaran betapa Senat di Indonesia sangat berperan bagi pembangunan daerah.

Sementara Wakil Dubes Australia Paul Robilliard pun mengatakan hubungan Australia-Indonesia yang semakin kuat dan luas, tidak hanya Canberra dengan Jakarta tetapi juga daerah. Terbukti dengan keikutsertaan enam gubernur dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Australia baru-baru ini. Australia terus berkomitmen menjaga kerja sama dengan Indonesia dalam segala aspek, terutama mencapai Millenium Developmnet Goals (MDGs).

Kejutan diberikan Dubes Jepang Kojiro Shiojiri. Kojiro yang menyampaikan sambutan berbahasa Indonesia menegaskan, Jepang akan terus membina hubungan dengan Indonesia. “Jepang telah mengundang anggota DPD ke Jepang tiap tahun. Mereka bisa belajar mengenai parlemen dan otonomi daerah di Jepang, dan sebaliknya, anggota DPD bisa memberi yang terbaik dari Indonesia buat Jepang.”

Kojiro berharap hubungan bilateral terjalin dalam dimensi yang baru seiring perubahan yang dinamis. “Saya berharap Indonesia dan Jepang bisa melakukan kerja sama untuk memberi kontribusi bagi kestabilan dan kemakmuran dunia melalui penguatan demokrasi,” katanya.

Bagikan  

Belum ada komentar

WP-Highlight