DIDEKLARASIKAN FORUM DAERAH PENGHASIL PANGAN SE-INDONESIA
JAKARTA—Dimotori Bupati OKU Timur, Herman Deru, beberapa bupati/walikota kepala daerah penghasil pangan di seluruh Indonesia mendeklarasikan Forum Daerah Penghasil Pangan se-Indonesia di Jakarta. Pembentukan forum difasilitasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
“Hari ini, Kamis, tanggal 18 bulan Februari tahun 2010, kami, bupati/walikota kepala daerah penghasil pangan bersepakat membentuk Forum Daerah Penghasil Pangan se-Indonesia,” ucap Bupati Musi Banyuasin Pahri Azhari yang membacakan deklarasi di Crowne Plaza, Jakarta, Kamis (18/2). Forum sebagai wahana koordinasi dan konsultasi pemerintah daerah penghasil pangan guna menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan nasional, termasuk mengantisipasi krisis pangan.
Para bupati/walikota menekan deklarasi tersebut. Mereka adalah Bupati OKU Timur, Bupati Musi Banyuasin, Bupati Lebak/Rangkas Bitung, Bupati Kediri, Walikota Palu, Wakil Bupati OKI, Wakil Bupati Kawarang. Yang mewakili bupati adalah Bupati Solok, Bupati Tanah Datar, Bupati Serang, Bupati Sragen, Bupati Lampung Selatan, Bupati Nganjuk, Bupati Pinrang, Bupati Wajo, Bupati Bone, Bupati Poliwalimandar, Bupati Muara Enim, Bupati Lahat, Bupati Lombok Timur.
Para bupati/walikota juga bersepakat menunjuk Herman sebagai Ketua Umum Forum Daerah Penghasil Pangan se-Indonesia yang kelengkapan struktur organisasi dan program kerjanya disusun belakangan.
Sebelum menutup acara, Wakil Ketua DPD Laode Ida mengingatkan agar Forum Daerah Penghasil Pangan se-Indonesia bersama DPD berjuang mengubah kebijakan yang tidak memihak kepada petani sebagai pelaku dan pertanian sebagai sektor. Keberpihakan akan mengatasi berbagai kesulitan di sektor pertanian yang menyangkut infrastruktur, pertanahan, permodalan, dan sumberdaya manusia.
Khusus sumberdaya manusia, ia berharap, semangat generasi muda kembali bergelora menggeluti pertanian, termasuk menempuh jenjang pendidikan di bidang pertanian sejak sekolah menengah umum hingga perguruan tinggi. “Kalau tidak, kita akan kehilangan generasi muda yang menggeleti pertanian kalau kebijakan tidak memihak kepada petani.”
Sebelum deklarasi, diselenggarakan Seminar dan Lokakarya Daerah Penghasil Pangan se-Indonesia yang menghadirkan narasumber Herman sebagai bupati, Hermanto Siregar (profesor Institut Pertanian Bogor), Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Udhoro Kasih Anggoro, dan mantan Wakil Ketua Panitia Ad Hoc (PAH) II DPD Intsiawati Ayus.
Acara dihadiri Ketua Komite II DPD Bambang Susilo dan beberapa anggota Komite II DPD lainnya, kepala-kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan provinsi. Juga perwakilan Perum Bulog, Badan Ketahanan Pangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Himpunan Kerukuran Tani Indonesia (HKTI), Kontak Tani Nasional Andalan (KTNA), Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, Pusat Penelitian Tanaman Pangan, PT Pertani, PT Pusri, PT Petro Kimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kaltim, dan PT Bogasari.

19. Feb, 2010 







































Penjabaran awal naskah akademik dan draft RUU Provinsi Kepulauan oleh Tim Pakar, Ronald Zelfianus Titahelu dan Kotan Y. Stefanus, menjadi [...]
Belum ada komentar